PETRAEUS INGATKAN RESIKO PEMBAKARAN AL-QUR’AN

Panglima tertinggi Amerika
Serikat di Afghanistan
Jenderal David Petraeus
memperingatkan nyawa
pasukan Amerika Serikat
akan berada dalam bahaya
jika rencana pembakaran
Quran oleh sebuah gereja di
AS tetap diteruskan.
Dia mengatakan tindakan itu
akan menimbulkan masalah
bukan hanya di Kabul tapi di
semua tempat di dunia.
Pastor Terry Jones, dari Dove
World Outreach Center,
merencanakan menaruh
kitab suci Islam itu di api
unggun untuk memperingati
serangan 11 September.
Unjuk rasa menentang aksi
itu sudah berlangsung di
Afghanistan dan Indonesia.
Hari Senin,6 september 2010 sekitar
500 orang melakukan aksi
unjuk rasa dan mereka antara
lain memekik “matilah
Amerika.”
Masalah besar
Kedutaan Besar AS di Kabul
sudah mengeluarkan
pernyataan yang mengurungkan
rencana oleh gereja di
Gainesville, Florida, yang
tidak berafiliasi dengan
gereja lain.
“Hal itu akan membahayakan
pasukan dan juga
membahayakan semua
usaha,” kata Jenderal
Petraeus dalam sebuah
pernyataan di media AS.
“Itu jelas merupakan
tindakan akan digunakan
Taliban dan bisa
menimbulkan masalah
besar.”
Jenderal Petraeus memimpin
pasukan NATO yang
berjumlah sekitar 150.000
untuk menghadapi
perlawanan Taliban.
Sementara itu Letnan
Jenderal William Caldwell,
komandan misi pelatihan
NATO di Afghanistan,
mengatakan rencana
pembakaran kitab suci sudah
menimbulkan kontroversi
dan keprihatinan.
PGI mengecam
Dalam pernyataan di harian
Wall Street Journal, Terry
Jones, mengatakan AS harus
menyampaikan pesan yang
jelas kepada elemen radikal
Islam.
“Kita tidak lagi dikendalikan
dan didominasi oleh
ketakutan dan ancaman.”
Gereja yang dipimpin Jones
sebelumnya tak banyak
dikenal dan hanya memiliki
sekitar 50 jemaat.
Dalam situsnya mereke
menybut Islam sebagai
“keras dan menekan” yang
memicu protes dari sejumlah
kalangan.
Persekutuan Gereja-gereja di
Indonesia (PGI), awal
Agustus, sudah
mengeluarkan pernyataan
yang mengecam rencana
gereja pimpinan Pastor
Jones.
“Kami tentu saja menghargai
kebebasan berekspresi di
Amerika sebagai bagian dari
hak asasi manusia. Tetapi di
sisi lain kami melihat ini
sebagai kebebasan yang
kebablasan,” kata Sekretaris
Jenderal PGI Gomar Gultom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: