Makna Hakiki Bulan Ramadhan

Bulan
Ramadan sering dikiaskan
dengan perumpamaan Tamu
Agung yang istimewa.
Perumpamaan dan
keistimewaan itu tidak saja
menunjukkan kesakralannya
dibandingkan dengan bulan
lain. Namun, mengandung
suatu pengertian yang lebih
nyata pada aspek penting
adanya peluang bagi
pendidikan manusia.
Karena itu, Bulan Ramadan
dapat disebut sebagai
Syahrut Tarbiyah atau Bulan
Pendidikan. Penekanan pada
kata Pendidikan ini menjadi
penting karena pada bulan
ini kita dididik langsung oleh
Allah Swt.
Pendidikan itu meliputi
aktivitas yang sebenarnya
bersifat umum seperti
makan pada waktunya
sehingga kesehatan kita
terjaga. Atau kita diajarkan
oleh supaya bisa mengatur
waktu dalam kehidupan kita.
Kapan waktu makan, kapan
waktu bekerja, kapan waktu
istirahat dan kapan waktu
ibadah. Jadi, pendidikan itu
berhubungan langsung
dengan penataan kembali
kehidupan kita di segala
bidang. Menata kehidupan
sesungguhnya bagian dari
proses mawas diri atau
introspeksi.
Jadi, bulan Ramadan
sesungguhnya bulan terbaik
sebagai masa mawas diri
yang intensif. Proses mawas
diri melibatkan evaluasi diri
ke wilayah kedalaman jiwa
untuk dinyatakan kembali
dalam keseharian sebagai
akhlak dan perilaku mulai
yang membumi. Tentunya
evaluasi ini didasarkan atas
pengalaman hidup
sebelumnya yaitu
pengalaman atas semua
peristiwa dan perilaku
sebelas bulan sebelumnya
sebagai ladang maghfirah
yang sudah disemai dan
ditanami pohon benih-benih
perbuatan.
Selain itu, evaluasi juga
mencakup taksiran untuk
kehidupan di masa depan,
baik di dunia maupun di
akhirat nanti. Pada bulan
Ramadan sudah seharusnya
bagi umat muslim agar dapat
merubah segala sesuatunya
menjadi lebih baik dari hari-
hari sebelumnya. Dan jika
kita melihat kondisi umat
Islam saat ini belum
mencapai hal itu. Seperti
misalnya di negara kita
Indonesia yang mayoritasnya
beragama Islam tetapi masih
belum terwujud perubahan
ke arah yang lebih baik dari
berbagai aspeknya, yakni
perubahan ke arah Islam.
Dari aspek ekonomi belum
ada perubahan atau
peningkataan sama sekali
bahkan pada bulan ramadan
ini kondisi ekonomi rakyat
Indonesia semakin
memburuk dan
memberatkan mereka.
Dengan melonjaknya harga-
harga sembako dan lain
sebagainya, dari aspek
pemerintahan pun sama,
semakin terlihat jelas
ketidak tegasaan dan
kurangnya perhatian
terhadap masyarakat baik
dalam hal keadilan, hukum,
dan proses yang ditangani
pemerintah terhadap
rakyatnya.
Seperti kasus banyaknya
ledakan gas elpiji yang
memakan banyak korban,
kasus terorisme, kasus
Indonesia-Malaysia dan lain
sebagainya. Kemudian juga,
banyak orang-orang yang
mengartikan bulan Ramadan
ini sebagai momentum
untuk mengadakan
perubahan sesaat yaitu
hanya ketika bulan Ramadan
saja dan setelah selesainya
bulan Ramadan mereka
kembali seperti sebelum
bulan Ramadan.
Jika ditilik lebih jauh, semua
ini terjadi karena Islam tidak
lagi dijadikan sebagai aturan
hidup. Islam hanya dianggap
sebagai agama ritual semata,
padahal Islam adalah tata
aturan hidup yang harus
diterapkan dalam seluruh
aspek kehidupan, baik itu
ekonomi, pemerintahan,
pendidikan dan aspek hidup
lainnya. Saat ini, justru
kebanyakan manusia malah
semakin bangga
menerapkan aturan hidup
sekuler-kapitalisme yang
justru menjadi penyebab
utama keterpurukan umat
manusia.
Bulan Ramadan ini adalah
moment yang tepat untuk
melakukan perubahan, tentu
bukan perubahan sesaat,
tetapi perubahan yang
sebenarnya, yakni
perubahan yang
menyeluruh, perubahan
menjadikan Islam sebagai
aturan hidup. Tentu, untuk
itu dibutuhkan negara yang
akan menerapkannya, yakni
Khilafah Islamiyah. Untuk itu
pula, mari kita optimalkan
dalam memperjuangkan
kembali tegaknya Khilafah
ini. Semoga Ramadan ini
menjadi Ramadan terakhir
kita hidup di bawah naungan
aturan manusia. Wallahu
a’lam bi ash-shawab.

Satu Balasan ke Makna Hakiki Bulan Ramadhan

  1. Josie mengatakan:

    Hi, this weekend is pleasant for me, as this occasion i am reading this enormous informative piece of writing here at my residence.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: